Rakyat TKJ Blog

Blognya TKJ

Uncategorized

Topics that don't need a category, or don't fit into any other existing category.

Untuk mengakses database MySQL dengan aplikasi LibreOffice Base, kita harus menambahkan driver JDBC untuk MySQL. Berikut langkah-langkahnya:
1.      Bukat Terminal melalui menu: Applications → Accessories → Terminal
2.      Ketik perintah dibawah ini:
$  sudo  apt-get  install  libmysql-java
3.      Selanjutnya buka aplikasi LibreOffice Base, kemudian akan tampil kotak dialog Database Wizard seperti pada gambar dibawah ini:

 

Gambar 1: Database Wizard

4. Klik pada opsi Connect to an existing database, lalu pilih MySQL. Klik tombol Next

Gambar 2: Melakukan koneksi ke database

5. Pilih opsi Connect using JDBC, setelah itu klik Next 

Gambar 3: Memilih opsi JDBC

6. Pada jendela Set up connection to a MySQL database using JDBC, isikan setting database Anda.
Contoh :
Database Name : toscdb (Nama Database MySQL anda)
Server : 127.0.0.1 (Defaultnya localhost)
Port Number : 3306 (Default port Mysql 3306)
MySQL JDBC Class : com.mysql.JDBC.Driver Lihat seperti pada contoh gambar dibawah ini:

Gambar 4: Setting database

7. Isikan username MySQL serta berikan tanda checklist pada Password required, kemudian klik tombol Test Connection

Gambar 5: Tes koneksi ke database MySQL

8. Masukkan password MySQL Anda, setelah itu klik tombol OK

Gambar 6: Jendela otentikasi password MySQL

9. Jika tampil jendela informasi koneksi seperti pada gambar dibawah ini, berarti koneksi ke database MySQL berjalan dengan baik. Klik saja tombol OK, kemudian pilih Next.
Gambar 7: Informasi tes koneksi ke database MySQL
10.Pada jendela Decide how to proceed after saving the database, klik tombol Finish untuk menyimpan kedalam dokumen database serta tentukan nama database yang akan dibuat.

Gambar 8: Menyimpan dokumen database

11. Kalau berhasil, Anda akan mendapatkan tampilan database beserta tablenya seperti contoh gambar di bawah ini:

Gambar 9: Jendela utama LibreOffice Base

Semoga berhasil kawan!

Copy paste dari  Mengakses Database MySQL dengan LibreOffice Base

Untuk melakukan upgrade Linux Mint ke versi terbaru dapat kita lakukan dengan cara mengetikkan command line berikut ke Terminal: sudo sed -i 's/base ubuntu linux mint yang kita gunakan/base ubuntu linux mint tujuan upgrade/' /etc/apt/sources.list sudo sed -i 's/versi linux mint yang kita gunakan saat ini/versi linux mint tujuan upgrade kita/' /etc/apt/sources.list sudo apt-get update && sudo apt-get dist-upgrade sudo reboot Contoh ketika ingin melakukan upgrade dari Linux Mint 14 Nadia ke Linux Mint 15 Olivia, maka command line yang digunakan adalah: sudo sed -i 's/quantal/raring/' /etc/apt/sources.list sudo sed -i 's/nadia/olivia/' /etc/apt/sources.list sudo apt-get update && sudo apt-get dist-upgrade sudo reboot Keterangan: quantal adalah versi ubuntu yang kemudian diturunkan menjadi Linux Mint 14 raring adalah versi ubuntu yang kemudian diturunkan menjadi linux Mint 15 nadia adalah nama Linux Mint 14 olivia adalah nama Linux Mint 15 mudah kan?, semoga bermanfaat. Sumber: Upgrade Linux Mint 14 ke Linux Mint 15 (Linux Mint Indonesia) Catatan: Jika kita hendak melakukan upgrade sebaiknya pastikan kondisi jaringan bagus, karena proses upgrade memakan waktu cukup lama dan membutuhkan kondisi jaringan yang stabil.

Selain merupakan salah satu media player yang compatible untuk hampir semua file multimedia, ternyata VLC Player juga dapat digunakan untuk melakukan konversi file multimedia ke format yang kita inginkan tanpa perlu melakukan instalasi tambahan (fitur ini otomatis tersedia ketika kita melakukan instalasi VLC Player). Ada cukup banyak pilihan format yang ditawarkan di VLC--baik video maupun audio--yang dapat kita pilih (semuanya merupan format multimedia yang sudah sangat familiar bagi users).
Berikut ini cara melakukan konversi file multimedia menggunakan VLC Player:

1. Buka VLC Player

2. Klik Media, kemudian pilih Convert/Save

3. Klik Add untuk memilih file multimedia yang hendak kita konversi

4. Pilih file multimedia yang hendak dikonversi, kemudian klik Open atau tekan Enter
5. Klik Convert/Save
6. Klik Browse di tag Destination File untuk menentukan direktori tempat menyimpan file hasil konversi.

7. Pilih direktori yang akan digunakan untuk menyimpan file hasil konversi, kemudian tulis nama yang akan digunakan untuk file hasil konversi (ingat ektensi hendaknya ikut diketik, misal: video.flv, atau suara.mp3), kemudian klik Save

8. Klik pilihan format hasil konversi di Profile (ada 9 format video dan 5 format audio) kemudian klik Start.
9. VLC Player akan melakukan Streaming untuk menyelesaikan proses konversi yang dipilih (tunggu hingga proses ini selesai sebelum file hasil konversi bisa kita putar)

Mudah bukan, selamat mencoba....

Linux Mint 15 merupakan release paling ambisius sejak dari awalnya. MATE 1.6 dikembangkan secara luar biasa dan  Cinnamon 1.8 memberi sangat banyak fitur baru, termasuk screensaver dan control center yang disatukan (unified). Login screen sekarang dapat dibuat temanya di HTML5 dan dua tools baru, "Software Sources" dan "Driver Manager", muncul untuk kali pertama di Linux Mint.
Linux Mint 15 "Olivia" Cinnamon Edition

MDM

MDM sekarang menampilkan 3 greeter [sapaan] (maksudnya aplikasi login screen):
  • sebuah GTK greeter
  • sebuah GDM greeter, yang memiliki ratusan theme
  • Sebuah 'trend baru' HTML greeter, juga themeable (dapat digunakan untuk mengubah theme) yang mendukung sebuah generasi baru theme, theme animasi dan interaktif
Login screen interaktif dan animatif, dengan HTML5
HTML greeter mendukung hampir semua teknologi Web seperti HTML5, CSS, Javascript, WebGL dan dapat digunakan untuk membuat login screen animatif dan interaktif yang indah.
Linux Mint 15 menawarkan koleksi theme GDM dan HTML animatif untuk MDM, termasuk WebGL theme yang dinamakan "Clouds GL" yang mensimulasi (bentuk) melayang-layang 3D melintasi awan-awan
Tampilan GTK greeter dikembangkan, dan GDM greeter sekarang dapat (digunakan) untuk menggambar bingkai (frame) di sekitar text saat theme membutuhkannya.(ini memperkaya kualitas beberapa GDM themes secara signifikan).
MDM mengalami banyak kemajuan "under the hood" (secara internal) dan perbaikan-perbaikan bug dalam 6 bulan terakhir.
MDM configuration tool, mdmsetup, tampak lebih baik dan lebih intuitif daripada sebelumnya.

Software Sources

Sebuah tool baru dinamakan MintSources, aka "Software Sources", dikembangkan dari 'goresan' dengan distribusi derivatif dalam angan (terutama Linux Mint, juga LMDE, Netrunner dan Snow Linux). Ini menggantikan software-properties-gtk dan diadaptasi dengan sempurna untuk mengatur software sources di Linux Mint.
Dari main screen kita dapat membuat optional components (menjadi) enable atau disable dengan mudah dan mengakses backports, unstable packages dan source code:
Software Sources tool baru
Kita juga dapat berpindah ke mirror yang lebih cepat hanya dengan satu klik mouse. Tool melakukan speed test atas seluruh mirror yang ada:
Speed test cepat untuk memilih mirror yang tercepat.
MintSources juga memiliki fitur untuk PPA, 3rd party repositories dan authentication keys management.
Sebuah "Maintenance" section untuk solusi bagi problem umum APT.

Driver Manager

Tool lain yang dikembangkan pada Linux Mint 15: MintDrivers, "Driver Manager".
Driver Manager
MintDrivers berpijak pada Ubuntu backend yang sama dan bekerja dengan cara yang sama sebagaimana software-properties-gtk. Ia bahkan tampak sedeikit lebih baik:
  • "Driver Manager" merupakan sebuah aplikasi independen, terpisah dari "Software Sources" dan dapat dibuka (launch) langsung dari menu.
  • Drivers diurutkan berdasar package name, dan versinya disebutkan dengan jelas (khusus untuk driver nVidia kita dapat memilih sesuai dengan versinya bukannya mengikuti apa yang "baru (current)" atau "updates").
  • Devices dari merk populer (nVidia, ATI, Broadcom, Samsung...) diilustrasikan dengan ikon.

Cinnamon 1.8

Cinnamon 1.8 merepresentasikan 7 bulan pengembangan dan 1.075 tindakan (penelitian). Ini bukan saja memperlihatkan banyak perbaikan bug namun juga 'model' fitur baru dan banyak kemajuan.

File Manager

Nemo mendapatkan banyak perhatian. User interfacenya dimodifikasi dan langkahnya diadaptasi untuk berintegrasi dengan Cinnamon dengan cara yang lebih baik.
Nemo, Cinnamon file manager
Kita dapat dengan mudah menyembunyikan sidebar dan bolak balik antar tempat dan tampilan (treeview). Di bagian bawah tiap tempat, jika aplicable, bar kecil menunjukkan berapa banyak space yang digunakan.

Desklets

KDE menyebutnya Plasmoids, Android menyebutnyaWidgets, di Cinnamon disebut “Desklets”. (Dengan) cara yang sama yang kita gunakan untuk menambah applets ke panel, kita dapat menambahkan deslets ke dekstop.
Beberapa desklet Cinnamon 
Cinnamon 1.8 memuat 3 desklets yang dinstall secara default ( launcher,  clock dan photoframe) dan lebih banyak lagi yang akan hadir dari komunitas (ya, sebelum orang bertanya, ada xkcd desklet di luar sana).

Screensaver

Cinnamon sekarang menampilkan screensaver nya sendiri. Salah satunya adalah bahwa kita dapat menuliskan sebuah pesan sebelum mengunci screen.
Kita dapat meng-set pesan sebelum mengunci screen.
Orang yang melihat (screen) dapat melihat pesan tersebut ketidak kita tidak ada (di depan komputer).
Cinnamon screensaver

Control Center

Semua configuration modules sekrang ada di Cinnamon Settings. Kita tidak perlu lagi menggunakan Gnome Control Center.
System settings di Cinnamon

Spices Management

Di Cinnamon 1.8 kita dapat menginstall “spices” (yaitu applets, desklets, themes, extensions) langsung dari desktop. Kita tidak lagi perlu melakukan browsing dari http://cinnamon.linuxmint.com.
Download applets baru dari komunitas sekarang jauh lebih mudah dibandingkan sebelumnya
Kita juga dapat mengaplikasikan updates dan jika (aplikasi) Spice mendukung kita dapat menggunakan beragam cara instan untuk melakukannya.

System improvements

Renderer detection
Muffin sekarang melakukan pengecekan di mana renderer digunakan. Jika ini menggunakan Software Renderer (kasus ketika ada masalah dengan driver atau ketika card tidak menunjukkan akselerasi apapun) sebuah peringatan (notifikasi) muncul agar pengguna mengetahui masalahnya.
Fallback mode
Cinnamon tidak lagi menggunakan gnome-session untuk fallback (kembali pada kondisi sebelumnya). Dalam beberapa kasus gnome-session tidak membolehkan Cinnamon untuk berjalan meskipun melalui hardware yang mampu untuk menjalankan Cinnamon. Keterbatasan gnome-session lainnya adalah ketidakmampuannya untuk restart Cinnamon setelah terjadi crash. Di Cinnamon 1.8, Cinnamon selalu menggunakan Cinnamon, jadi komputer akan mencoba menjalankan Cinnamon apapun yang terjadi.
Cinnamon juga menggunakan sebuah 'lapisan' (wrapper) untuk melakukan restart dengan sendirinya dan memperbaiki diri dari potensi crash. Ketika Cinnamon mengalami crashes maka akan langsung kembali pada kondisi (normal) sebelumnya (fall back) di Metacity dan bertanya kepada users apakah ia ingin melakukrestart atau tidak.

New features for developers

Settings API for Applets/Desklets
Jika kita seorang Applet/Desklet developer, jangan gunakan gsettings lagi. Cinnamon 1.8 memiliki fitur API setting yang akan melakukan seluruh pekerjaan untuk kita.
  • Ia akan men-set up setting dan default value secara otomatis.
  • Ia akan mengijinkan kita untuk mengakses setting semudah mengakses value dalam sebuah array.
  • Ia akan membuat sebuah configuration screen secara otomatis.
Dengan kata lain, kita cukup menentukan setting dan menggunakannya di applet/desklet, dan Cinnamon akan mengerjakan yang lainnya. Sebuah configuration screen secara otomatis dibuat untuk kita dan user dapat mengkonfigurasi setting yang kita buat dari System Settings :)
Nemo actions
Dengan menempatkan sebuah file aktif di /usr/share/nemo/actions kita dapat menambah item ke menu konteks dengan klik kanan Nemo.
Standalone Looking Glass
Jika kita banyak menggunakan Looking Glass, kita mungkin ingin versi mandirinya (standalone version) ...sekarang hal itu bisa.
Untuk membukanya, jalankan perintah berikut: “cinnamon-looking-glass”.

Other new features:

  • Hot-corner configuration yang lebih baik
  • Coverflow Alt-Tab
  • Timeline Alt-Tab
  • Horizontal/Vertical maximizing of windows (maksimalisasi windows baik Horizontal maupun Vertikal)

MATE 1.6

MATE 1.6 merepresentasikan 8 bulan pengembangan dan 1.800 tindakan (penelitian).

Infrastructure changes

MATE 1.6 merupakan satu langkah besar untuk maju bagi proyek MATE sebagaimana banyak banyak deprecated packages danlibraries digantikan dengan teknologi baru yang terdapat dalam GLib.
Meskipun perubahan ini tidak tampak di desktop, namun membuat proyek MATE memiliki ukuran yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan sebelumnya dan jauh lebih mudah untuk dikelola dan dikembangkan.
Teknologi MATE berikut ini dihilangkan:
  • mateconf digantidengan gsettings
  • matecorba dan matecomponent digantidengan dbus
  • matevfs diganti dengan gio/gvfs
  • libmatenotify diganti dengan libnotify
  • libmate, libmateui, libmatecanvas, libmatecomponentui dan mate-mime-data dihentikan
Di Linux Mint, mintDesktop dan mintMenu dimigrasikan secara utuh di MATE 1.6.
mintDesktop dan mintMenu mengalami banyak perubahan dan sekarang compatible dengan MATE 1.6.

New features and improvements

Caja, MATE file manager, memiliki fitur tampilan folder (place) dalam sidebar. Juga menampilan thumbnail yang lebih baik dari Nemo dan dialog "Connect Server" baru dari Nautilus.
Caja, MATE file manager
Dengan menggunakan window list, windows sekarang dapat ditutup dengan klik tengah di mouse.
The workspace switcher (perpindahan workspace) menampilkan sebuah opsi baru untuk melintas workspace dengan roda mouse (mouse wheel).
Notifikasi lebih cerdas dan sekarang memungkinkan untuk menetapkan monitor mana yang digunakan untuk menampilkannya. 
Notifikasi dapat diatur pada monitor tertentu
Opsi baru manajemen windows yang tersedia:
  • Buka windows baru di tengah screen
  • Enable compositing (memungkinkan untuk melakukan penggabungan)
  • Fast alt-tab (alt-tab yang bekerja cepat)
Kalculator diberi tombol-tombol baru untuk mendukung fungsi trigonometri.
Default terminal application sekarang dapat diset.
MATE 1.6 menambah support untuk MPRIS2 guna mengirimkan tombol media (media keys) ke media players.
Saat mengalami crash, mate-settings-daemon sekarang mampu memperbaiki diri dan secara otomatis dilakukan restart oleh mate-session.

Software Manager

Software Manager memiliki beberapa fitur baru dan perbaikan bug.
  • Pagination sekarang diotomatiskan. Software Manager menghasilkan lebih banyak hasil ketika kita mencari di bagian bawah list.
  • Large scores (nilai besar) diperbaiki dan tidak ada lagi cut-off ('ngadat').
  • Memungkinkan untuk melakukan pencarian dengan kategori tertentu.
  • Packages dari "Java" sekarang muncul di kategori "Programming" .

System improvements

Update Manager sekarang dapat me-refresh APT cache di user mode dan tanpa intervensi apapun dari user.
Welcome Screen mengalami banyak perbaikan bug dan tampilannya agar diperbaharui.
Welcome Screen
MintNanny dikembalikan pada GTK+.
Totem 3.4 dipilih sebagai the default video player bagi Linux Mint 15 untuk memberi fungsi DVD playback.

Artwork improvements

Linux Mint memiliki koleksi foto background indah dari 12 artis yang berbeda.
Koleksi background yang indah
Perhatian khusus diberikan untuk aplikasi Mint-X to make GTK+ and GTK3 (sehingga) tampak lebih mirip.
Plymouth theme di-update dan sekarang menampilakn logo Linux Mint logo fade-in effect.

Upstream components

Linux Mint 15 menggunakan upstream components berikut: Ubuntu 13.04 package base, Linux 3.8 kernel, MDM 1.2, Cinnamon 1.8, MATE 1.6.
Terjemah Bebas dari New Features in Linux Mint 15
Apa siih sebenarnya router itu? Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jarigan atau internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai istilah routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti internet protokol) dari stack protokol 7 lapis layer OSI.
Spesifikasi minimum untuk membuat sebuah router PC adalah sebagai berikut :
  • Siapkan 2 buah PC / laptop. Satu sebagai PC server dan satunya lagi sebagai PC client.
  • Siapkan sebuah kabel LAN untuk koneksi peer-to-peer antar kedua komputer.
  • Komputer server harus di install iptables.
Sebelumnya akan saya jelaskan dulu kronologinya.
PC Server mempunyai IP 192.168.4.1 → kelas C.
Lalu PC Server membuat sebuah IP alias baru IP 170.2.3.1 → kelas B.
Sedangkan PC Client mempunyai IP 192.168.4.2 → kelas C.
Tahap pertama PC client berusaha ping ke PC server (192.168.4.1), kebanyakan tahap tersebut sukses, karena kelasnya sama. Lalu PC client berusaha ping lagi ke alias PC Server (170.2.3.1), nah karena kelas sudah berbeda maka hal tersebut sering terjadi error. Masalah tersebut yang akan di eksekusi pada pertemuan kali ini, yaitu dengan membuat router.
Langkah pertama adalah cek apakah iptables sudah terpasang pada PC server :
Jika sudah terinstall, maka tidak perlu untuk menginstallnya kembali. Jika belum terinstall maka bisa diketikkan perintah
sudo apt-get install iptables
Langkah selanjutnya adalah cek alamat IP address pada PC server. Ketikkan perintah di terminal
ifconfig
Pada komputer saya kebetulan sudah disetting IP addressnya 192.168.4.1. Jika belum disetting maka kita bisa setting manual, caranya adalah sebagai berikut. Buka menu Network Connections, lalu pada tab wired bisa dipilih Add untuk buat koneksi wired baru. Lalu pada tab IPv4 setting buat IP addressnya sesuai dengan keinginan. Namun contoh disini menggunakan 192.168.4.1.
Jika sudah disetting kita bisa lanjut untuk membuat alias IP di PC server.
Nah disini setelah kita buat alias, cek lagi ifconfig maka akan terdapat eth0:1. Yaitu alias yang baru saja dibuat.
Setelah itu kita setting interfaces, cara adalah sebagai berikut. Ketikkan
sudo gedit /etc/network/interfaces
Lalu isikan seperti ini :
Setelah semua beres, kita lanjut ke tahap selanjutnya yaitu konfigurasi NAT dengan IP tables.
Ketikkan perintah berikut, namun sebelumnya harus login dulu sebagai root.
 
sudo iptables –F
sudo iptables -t nat –F
sudo iptables –X
sudo iptables -t nat –X
sudo iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
sudo iptables -A FORWARD -i eth0 -j ACCEPT
echo 1 > /proc/sys/net/ipv4/ip_forward
sudo iptables-save
Lalu kita akan cek apakah kita sudah tersambung ke PC client. Sebelumnya setting IP di PC client dengan 192.168.4.2. Oke, kita ping melalui terminal dengan perintah ping 192.168.4.2. Ternyata dijawab, berarti server sudah terhubung client.
Lalu kita cek pada PC client. Pertama kita ping dulu ke 192.168.4.1 (IP server).  Ternyata dijawab oleh client, berarti berhasil. 
Lalu kita ping pada alias yang kita buat di server (170.2.3.1), dan ternyata dijawab lagi. Berarti router yang kita buat sepenuhnya berhasil.
Oh iya sebelum kita ping alias kita harus buat sedikit konfigurasi di PC client. Caranya adalah sebagai berikut , buka terminal lalu ketikkan
sudo gedit /etc/network/interfaces
Isi dengan isian sebagai berikut :
Kita coba buat alias sekali lagi, lalu kita ping alias baru tersebut dari client. Apakah berhasil?? coba saja dulu.. hehe
Disini kelihatan kalo sekarang ada eth0, eth0:1, dan eth0:2. Alias yang baru adalah eth0:2 dengan IP address 10.5.4.3 (kelas A). Sekarang kembali lagi ke PC client dan berusaha ping alias yang baru.
Dan ternyata dijawab lagi. Berari kita sudah berhasil membuat router PC dengan menggunakan Linux Mint Lisa.
Oke, cukup sekian tutorial membuat router pada PC menggunakan Linux Mint Lisa. Semoga dapat bermanfaat. Amiin. 

  
Format Junkie adalah sebuah aplikasi unik yang dapat digunakan untuk melakukan konversi file multimedia (gambar/foto, audio maupun video), dan bahkan dapat digunakan untuk melakukan konversi file program menjadi file iso, serta mengkonversi file iso menjadi file disc image lainnya (dalam hal ini CSO disc image). 
Aplikasi ini juga memberikan pilihan sangat beragam bagi pengguna dalam melakukan konversi file multimedia (ada beragam jenis ekstensi file yang dapat dilakukan konversi dari maupun ke, semua merupakan format ekstensi file yang sudah sangat akrab bagi penikmat multimedia).
Tampilan Format Junkie
Lebih jelasnya, berikut fitur konversi yang dapat dilakukan dengan aplikasi ini:
  • Audio: melakukan konversi antar file audio dengan format: mp3, mp2, wav, ogg, wma, flac, m4r, m4a dan aac
  • Video: melakukan konversi antar file video dengan format: avi, ogv, vob, mp4, vob, flv, 3gp, mpg, mkv, wmv
  • Image: melakukan konversi antar file gambar (image) dengan format: jpg, png, ico, bmp, svg, tif, pcx, pdf, tga, pnm
  • Iso|Cso: Membuat .iso dari file-file (program) yang telah kita pilih, mengkonversi file .iso ke .cso, demikian juga sebaliknya.
  • Advanced: melampirkan (encode) subtitles (terjemah) ke sebuah file .avi.
Untuk menginstall FormatJunkie di Ubuntu/Linux Mint (instalasi online):
1. Buka Terminal (tekanCtrl+Alt+T)
2. Ketik atau copy paste command line berikut ini ke Terminal:
     sudo add-apt-repository ppa:format-junkie-team/release
     sudo apt-get update
     sudo apt-get install formatjunkie
Demikian cara melakukan instalasi Format Junkie. Mudah kan, semoga bermanfaat.

Bagi temen-temen yang merasa agak ribet untuk copy - paste di terminal karena harus blok lalu klik kanan copy / paste. Temen-temen bisa mengaktifkan fitur Ctrl + C (untuk copy) dan Ctrl + V (untuk paste) di terminal. Caranya seperti ini , ketik di terminal:
Perintah Ctrl + C (copy) :
gconftool-2 -s /apps/gnome-terminal/keybindings/copy -t str '<ctrl>c'
Perintah Ctrl + V (paste) :
gconftool-2 --type string --set /apps/gnome-terminal/keybindings/paste '<ctrl>v'
Untuk menghentikan peritnah yang sedang berjalan di terminal, Anda dapat menekan Shift + Ctrl + C seperti yang biasa Anda lakukan dengan perintah Ctrl + C. 
 
Semoga bermanfaat...
Setelah postingan saya yang sebelumnya tentang aplikasi kamus yang bernama gkamus. Kali ini ada satu lagi kamus berbahasa Indonesia, namanya Stardict KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Sebenarnya installasi Stardict ini karena terinspirasi dari Blankon Pattimura yang sudah include di dalamnya.
Oke langsung saja, untuk installasinya di Linux Mint 12 caranya sebagai berikut :
sudo add-apt-repository ppa:tldm217/tahutek.net
 
Setelah add repository Anda harus mengganti nama rilis Oneiric menjadi Natty. Buka Software Sources > Other Software > Cari PPA dari tahutek > Klik Edit > Ganti Oneiric menjadi Natty.
sudo apt-get update
sudo apt-get install stardict-kbbi

Dan kamus bahasa Indonesia siap kita gunakan, semoga bermanfaat. Copas dari : Menginstall Stardict KBBI di Linux Mint

Keterangan:

Untuk Linux Mint di atas 12 caranya sama, yaitu dengan mengganti versi Ubuntu yang digunakan dengan Natty (ingat Linux Mint merupakan versi turunan dari Ubuntu Oneiric)
Tutorial kali ini mengenai bagaimana menginstall GKamus. Gkamus adalah aplikasi penerjemah (kamus) bahasa Indonesia ke bahasa Inggris maupun sebaliknya. GKamus ditulis oleh orang Indonesia sendiri menggunakan bahasa C. Yang mau download silahkan klik disini. Kemudian silahkan lakukan offline install dengan mengetikkan command line di Terminal:
sudo dpkg -i gkamus_0.3-1_i386.deb
Untuk yang mau install lewat PPA ini tutorialnya (saya menggunakan Linux Mint 12) :
 
sudo add-apt-repository ppa:tldm217/tahutek.net
 
Setelah add repository Anda harus mengganti nama rilis Oneiric menjadi Karmic. Buka Software Sources > Other Software > Cari PPA dari tahutek > Klik Edit > Ganti Oneiric menjadi Karmic.
sudo apt-get update
sudo apt-get install gkamus
Selamat sebuah kamus Indonesia - Inggris mini telah terinstall di Linux Anda. Semoga cukup membantu..  :D
Sumber : Menginstall GKamus di Linux Mint 12 Keterangan: Untuk Linux Mint di atas 12 caranya sama, yaitu dengan mengganti versi Ubuntu yang digunakan dengan Karmic (ingat Linux Mint merupakan versi turunan dari Ubuntu Oneiric)  
Beberapa waktu lalu admin membuat posting tentang download manager di Linux yang memiliki fungsi dengan IDman di Windows, yakni Prozilla dan Flareget. Beberapa hari lalu, ketika melakukan googling, admin menemukan satu lagi download manager yang mirip dengan IDman, baik dalam tampilan maupun dalam kecepatan download, yang dapat digunakan di Linux, yang dikenal dengan nama Xtreme Download Manager (Xdman). Berbeda dengan Prozilla dan Flareget, Xdman sebenarnya bukanlah merupakan download manager yang hanya diperuntukkan Linux, namun multisystem (bisa juga digunakan untuk Windows dan Mac).
Tampilan Xdman

Cara Instalasi Xdman di Linux Mint: 1. Silahkan download Xdman (berbentuk .zip) 2. Ekstrak file kompresi Xdman (di Linux Mint cukup dengan klik dua kali kemudian pilih ekstrak)

3. Buka direktori Xdman di Terminal (cukup dengan klik kanan pada direktori kemudian pilih Open in Terminal)

4. Ketik command line:      chmod +x xdman.sh 5. Silhkan buka xdman dengan mengetik command line:      sh xdman.sh 6. Xdman siap digunakan. Keterangan:

Untuk selanjutnya, kita dapat membuka Xdman dengan cara masuk ke direktori xdman kemudian double click di xdman.sh kemudian pilih run)

Cara integrasi Xdman dengan browser: 1. Buka Xdman  2. Integrasi Xdman dengan Firefox:    a. Buka Firefox    b. Klik Tools pada tag text di Xdman dan pilih Browser Integration

  c. Drag icon xdman ke Bookmaks Toolbar kemudian klik hasil drag.   d. Klik install ketika muncul menu untuk mengintegrasikan xdman di Firefox

  e. Restrast Firefox dan silahkan klik kanan pada halaman, akan muncul menu baru Download with XDM

2. Integrasi dengan Google Chrome (Chromium)/Browser lain    a. Buka Google Chrome (Chromium)    b. Klik Tools pada tag text di Xdman dan pilih Browser Integration    c. Pilih Monitor All Browsers

   d. Pilih Manual Configuration, kemudian ikuti petunjuk yang terdapat di dalamnya Keterangan:

1. Untuk dapat menggunakan Xdman terlebih dahulu kita harus mengaktifkannya (dengan membukanya) sebelum digunakan untuk melakukan download
2. Sebenarnya Xdman membutuhkan aplikasi Java, namun untuk pengguna Linux Mint tidak perlu melakukan instalasi Java karena sudah terinstal secara otomatis ketika melakukan instalasi Linux Mint (Linux Mint 12 ke atas)
Selamat mencoba, semoga bermanfaat